Minggu, 26 Agustus 2012

Istilah di Legio Maria

Tidak mudah menjadi tentara/ prajurit Bunda Maria, apalagi dalam perkembangan jaman saat ini. Banyak rintangan dan halangan. Kita diajak mengenali dan mengalahkan rintangan, bukan melarikan diri dan ketakutan. Mengapa? Karena Legio Maria mempunyai senjata.
Beberapa senjata yaitu pengetahuan iman tentang doa sebagai senjata utama, Bunda Maria sebagai sosok keteladanan iman. Senjata tersebut merupakan bekal bagi legioner untuk melayani umat. Legio Maria bukan sekedar pelayanan sosial atau salah satu kelompok kategorial saja. Legio Maria memiliki ciri melintasi dalam membangun kesetiaan, keberanian, kedisplinan dan ketaatan.
Sebagai seorang legioner, tentunya sudah mengenal dan mengetahui istilah - istilah di dalam Legio Maria. Untuk menyegarkan kembali ingatan kita akan istilah – istilah dalam Legio Maria dan membagikannya kepada saudara – saudari, yuk, mari, kita simak beberapa istilah berikut ini :-)

1. TESSERA
Kata ini berasal dari bahasa Latin. Dalam bahasa Latin, tessera mempunyai arti tertentu sebagai tanda pengenal atau tanda kenang – kenangan yang dibagikan antara teman – teman agar supaya mereka dan keturunan mereka selalu dapat saling mengenal.
Dalam kaitan dengan Legio Maria, tessera merupakan sebuah lembaran yang berisi Doa – Doa Legio, dilengkapi dengan sebuah reproduksi gambar Legio, diberikan kepada setiap anggota aktif maupun auksilier .

2. AUKSILIER, AJUTORIAN, PRETORIAN
Merupakan jenis keanggotaan dari Legio Maria. Selain anggota aktif yang setiap minggu rutin mengikuti rapat, menjalankan kewajiban berdoa Katena setiap hari dan menjalankan tugas – tugas yang diberikan oleh Ketua di rapat, Legio Maria juga memiliki keanggotaan yang disebut anggota auksilier, yaitu anggota tidak aktif. Dikatakan tidak aktif karena anggota auksilier tidak mengikuti rapat mingguan dan tidak melakukan tugas – tugas yang dibagikan dalam rapat. Seorang anggota auksilier bertugas untuk berdoa setiap hari doa – doa yang ada dalam tessera, termasuk doa Rosario. Mereka yang sudah berdoa Rosario setiap hari dengan intensi apapun, dapat menjadi anggota auksilier tanpa kewajiban tambahan berdoa Rosario lagi. Anggota auksilier merupakan sayap kiri dari laskar Legio yang berdoa.
Pada keanggotaan auksilier, dibagi menjadi 2 tingkat :
  1. Auksilier biasa
  2. Ajutorian
Anggota Ajutorian merupakan sayap kanan dari laskar Legio yang berdoa. Kewajiban yang dijalankan seorang anggota ajutorian sama dengan anggota auksilier, dengan tambahan menghadiri Misa dan menyambut Komuni Kudus setiap hari dan juga berdoa dari Ibadat Harian yang telah disahkan oleh Gereja.
Anggota Pretorian merupakan tingkat keanggotaan yang lebih tinggi dari keanggotaan aktif, yang selain menjalankan kewajiban sebagai anggota aktif, mempunyai kewajiban tambahan yaitu setiap hari berdoa seluruh doa dalam tessera, menghadiri Misa dan menyambut Komuni Kudus setiap hari serta berdoa dari Ibadat Harian yang telah disahkan oleh Gereja.
3. KATENA
Kata Katena, berasal dari bahasa Latin yang artinya rantai. Dalam Legio Maria disebut katena, yaitu rantai doa Legio. Setiap hari seorang anggota Legio (aktif) harus berdoa katena yang pada pokoknya terdiri dari Magnificat , doa pujian Maria sendiri, kidung sore Gereja. Doa katena merupakan mata rantai antara Legio dengan kehidupan sehari – hari semua anggotanya dan juga merupakan ikatan yang mempersatukan anggota satu dengan lainnya dengan Ibu yang Terberkati. Nama rantai doa Legio juga mengingatkan para anggota agar berdoa setiap hari.

4. VEKSILUM LEGIONIS
Veksilum Legionis dalam kaitannya dengan Legio Maria adalah Panji Legio. Dengan mengambil kesamaan dari panji pasukan Romawi, dimana burung garuda di bagian atas panji diganti dengan burung merpati, lambang dari Roh Kudus. Di bawah  burung merpati terdapat palang salib yang bertuliskan "Legio Mariae” (Legio Maria). Di antara palang salib dan tangkai pegangan (dan diikatkan kepada tangkai pegangan dengan sebuah bunga mawar dan bunga leli), terdapat bingkai bulat telur dengan lukisan “Yang Semula Jadi Tak Bercela (medali wasiat). Tangkai pegangan ditancapkan pada sebuah bola dunia, yang berdiri di atas sebuah alas persegi untuk penggunaan di atas meja. Keseluruhan disain berisi gagasan bahwa dunia akan ditaklukkan oleh Roh Kudus yang berkarya melalui Maria dan putra – putrinya.

5. ACIES
Acies berasal dari kata Latin yang artinya pasukan yang siap bertempur. Dalam kaitan dengan Legio Maria, Acies merupakan upacara penyerahan diri legioner kepada Bunda Maria. Dalam upacara ini, legioner sebagai suatu badan berkumpul untuk memperbaharui janji kepada Maria, ratu Legio dan untuk menerima kekuatan dan berkat dari Maria sebagai bekal untuk pertempuran selama satu tahun yang akan datang dalam melawan kekuatan jahat.

6. PRESIDIUM
Presidium adalah satu unit Legio Maria yang berada di suatu paroki. Tiap presidium diberi nama menurut salah satu gelar Maria, misalnya Perawan Yang Murah Hati, atau salah satu karunia istimewanya, seperti Yang Semula Jadi Tak Bercela.

7. ALOKUSIO
Alokusio dalam bahasa Latin berarti amanat panglima Romawi kepada para prajuritnya.  Alokusio di Legio Maria merupakan amanat singkat yang disampaikan oleh Pemimpin/ Asisten Pemimpin Rohani, berupa penjelasan dan komentar tentang buku pegangan dengan tujuan agar para anggota terbiasa dan menguasai setiap hal yang terdapat dalam buku. Dalam hal Pemimpin/ Asisten Pemimpin Rohani tidak hadir, Ketua atau anggota yang ditunjuk oleh Ketua harus memberikan alokusio.

8. PERWIRA
Perwira di Legio Maria terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris/ Penulis dan Bendahara.

9. KURIA DAN KOMISIUM
Apabila dalam satu kota, desa atau daerah telah terdapat dua atau lebih presidium, maka perlu dibentuk suatu dewan, dalam hal ini disebut Kuria. Kuria harus terdiri dari semua perwira (termasuk Pemimpin Rohani) dari presidium – presidium dalam daerah itu .
Untuk kuria yang lebih tinggi kedudukannya diberi nama khusus, yaitu Komisium. Terbentuknya komisium adalah untuk memberikan kekuasaan tertentu kepada suatu kuria dalam mengawasi dan mengasuh satu kuria atau lebih di samping kewajibannya sendiri.
Komisium bukan suatu dewan baru melainkan ia tetap menjalankan tugas sebagai kuria di wilayah kerjanya sendiri dan mengawasi langsung presidiumnya sendiri. Sebagai tambahannya, ia juga mengawasi satu atau beberapa kuria lainnya.

10. REGIA
Regia adalah dewan yang ditunjuk oleh Konsilium untuk mengurus Legio Maria di wilayah yang terlalu luas untuk satu Komisium tetapi kurang luas untuk satu Senatus. Regia berada satu tingkat di bawah Senatus. Konsilium sebagai dewan tertinggi yang memiliki wewenang, apakah Regia harus berada langsung di bawah Konsilium atau Senatus.

 11. SENATUS
Senatus adalah dewan yang ditunjuk oleh Konsilium untuk memegang pimpinan Legio Maria dalam satu negara. Senatus berada langsung di bawah Konsilium. Di negara – negara dimana karena luasnya wilayah negara atau karena lain – lain alasan, dapat memiliki lebih dari satu Senatus.

12. KONSILIUM LEGIONIS MARIA
Dewan pusat tertinggi yang mempunyai kekuasaan memerintah dalam Legio disebut Konsilium Legionis Maria. Hanya Konsilium yang berwenang mengeluarkan, mengubah atau menafsirkan peraturan – peraturan; membentuk atau membubarkan presidium dan dewan lain di bawah kekuasaannya, dimana pun juga; untuk menetapkan kebijaksanaan Legio dalam segala segi; menyelesaikan segala perselisihan dan permohonan; segala pertanyaan tentang keanggotaan; dan segala segi masalah sampai kepada tepat tidaknya suatu tugas atau cara pelaksanaannya. Konsilium Legionis Maria bertemu sebulan sekali di Dublin,  Irlandia.

Source: http://www.facebook.com/note.php?note_id=199754130058732

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar